Jumat, 24 Februari 2012


makanan favorit george washington hingga barack obama


PENASARAN dengan makanan favorit beberapa presiden Amerika Serikat? Ada sedikit bocorannya untuk Anda.

Simak makanan favorit beberapa presiden Amerika Serikat, seperti dilansir Shine:

George Washington

Presiden pertama Amerika Serikat ini menyukai pancake, khususnya pancake yang terbuat dari tepung jagung. Pancake tepung jagung yang juga dikenal sebagai kue cangkul atau kue Johnny adalah makanan pokok pada masa kolonial Amerika, masa di mana George Washington hidup.

Barack Obama

Presiden kulit hitam pertama ini diketahui warga dunia menyukai burger. Obama bahkan sempat menghebohkan ajudan pribadi dan pengunjung sebuah restoran saat tiba-tiba masuk dan memesan burger. Kini, restoran tersebut, yakni Spike Restaurant menamakan menu burger kejunya dengan nama sang presiden.

Franklin Delano Roosevelt

Presiden satu-satunya yang terpilih hingga empat kali ini menyukai keju panggang. Menurut para koki White House, beberapa makanan favorit Franklin Delano Roosevelt, adalah ikan, telur dadar, dan keju panggang. Bahkan bagi mereka yang sedang diet, menikmati sandwich dengan menu kesukaan sang presiden ini tampaknya bisa sejenak melupakan niat menurunkan berat badan.

Ronald Reagan

Presiden Amerika Serikat ke-40 ini menjadikan makaroni dan keju panggang sebagai menu favoritnya. Mungkin karena tingkat stresnya, hampir semua presiden Amerika Serikat kadang meminta menu ‘makanan yang menenangkan’ alias penuh lemak seperti makaroni dan keju panggang.

Jimmy Carter

Presiden Amerika Serikat ke-39 ini menggemari bubur jagung. Selama tinggal di Gedung Putih, keluarga Carter menghibur tamu dengan menu-menu khas Amerika Selatan, di mana bubur jagung adalah makanan pokoknya. Biasanya, makanan ini dihidangkan untuk sarapan dan makan malam.

sejarah munculnya filsafat islam


REPUBLIKA.CO.ID, Pemikiran filsafat masuk ke dalam Islam melalui filsafat Yunani yang dijumpai kaum Muslimin pada abad ke-8 Masehi atau abad ke-2 Hijriah di Suriah, Mesopotamia, Persia, dan Mesir.
Dalam Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve dijelaskan bahwa kebudayaan dan filsafat Yunani masuk ke daerah-daerah itu melalui ekspansi Alexander Agung, penguasa Macedonia (336-323 SM), setelah mengalahkan Darius pada abad ke-4 SM di kawasan Arbela (sebelah timur Tigris).
Alexander Agung datang dengan tidak menghancurkan peradaban dan kebudayaan Persia, bahkan sebaliknya, ia berusaha menyatukan kebudayaan Yunani dan Persia. Hal ini telah memunculkan pusat-pusat kebudayaan Yunani di wilayah Timur, seperti Alexandria di Mesir, Antiokia di Suriah, Jundisyapur di Mesopotamia, dan Bactra di Persia.
Pada masa Dinasti Umayyah, pengaruh kebudayaan Yunani terhadap Islam belum begitu nampak karena ketika itu perhatian penguasa Umayyah lebih banyak tertuju kepada kebudayaan Arab. Pengaruh kebudayaan Yunani baru nampak pada masa Dinasti Abbasiyah karena orang-orang Persia pada masa itu memiliki peranan penting dalam struktur pemerintahan pusat.
Para Khalifah Abbasiyah pada mulanya hanya tertarik pada ilmu kedokteran Yunani berikut dengan sistem pengobatannya. Tetapi kemudian mereka juga tertarik pada filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya. Perhatian pada filsafat meningkat pada zaman Khalifah Al-Makun (198-218 H/813-833 M).
Penerjemahan Naskah
Kelahiran ilmu filsafat Islam tidak terlepas dari adanya usaha penerjemahan naskah-naskah ilmu filsafat dan berbagai cabang ilmu pengetahuan ke dalam bahasa Arab yang telah dilakukan sejak masa klasik Islam.
Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam: Pemikiran dan Peradaban disebutkan bahwa usaha penerjemahan ini tidak hanya dilakukan terhadap naskah-naskah berbahasa Yunani saja, tetapi juga naskah-naskah dari bebagai bahasa, seperti bahasa Siryani, Persia, dan India.

menyelamatkan penggemar di red carpet


SELAIN tampan dan terkenal, personel Super Junior, Choi Siwon rupanya juga berjiwa pahlawan. Dalam sebuah ajang penghargaan, Siwon menyelamatkan fans yang nyaris celaka di red carpet.
Pada Rabu (22/2), Siwon bersama personel Super Junior lainnya terlihat menghadiri ajang Gaon Chart K-Pop Awards yang digelar untuk pertama kali.
Ratusan fans dari Korea, China, Hong Kong, Jepang dan negara lainnya sudah memadati area sekitar red carpet untuk menanti idolanya tiba.
Setelah berpose dihadapan sejumlah fotografer bersama personel Super Junior lainnya, Siwon menghampiri segerombolan penggemar yang meneriakkan namanya.
Melihat hal ini, fans menjadi histeris dan berusaha menghampiri aktor Oh! My Lady itu.
Dorongan fans yang kuat membuat pagar pembatas runtuh. Siwon segera berlari dan menahan agar pagar pembatas itu tidak jatuh.
Siwon bahkan datang lebih dulu dibandingkan petugas keamanan. Sementara personel Super Junior yang lain sudah berjalan meninggalkan red carpet, Siwon baru menyusul mereka setelah memastikan pagar pembatas aman.
Aksi penyelamatan oleh Siwon mengundang banyak pujian dari fans di dunia maya.

motoGP


TES MotoGP 2011/2012 akan bergulir di Sirkuit Sepang, Selasa (31/1/2012) besok. Tentu, banyak penggemar MotoGP, sudah tidak sabar menanti hasil setingan sang maestro balap motor Valentino Rossi.

Pada musim kemarin, Rossi memang tampil sangat buruk sekali. Bayangkan, mengendarai GP11, pembalap Ducati itu gagal meraih kemenangan hingga akhir musim MotoGP. Ini adalah pencapaian terburuknya selama berkarier di MotoGP. Rossi sendiri sudah pesimistis akan meraih gelar juara pada musim 2012.

"Kejuaraan MotoGP sangat berat karena jarak pada musim 2011 sangat besar. Target kami adalah memperbaiki performa motor selangkah demi selangkah. Kami mencoba mendekati Yamaha dan Honda, serta mencoba bersaing meraih kemenangan. Saya tidak mau mengatakan saya tidak bisa bertarung untuk memperebutkan gelar juara. Tapi, saya harus realistis," kata Rossi.

Tentu, banyak kalangan yang menilai karier Rossi sudah habis. Rival Jorge Lorenzo tidak setuju dengan hal itu. Menurut pembalap andalan Yamaha itu, Rossi belum habis dalam pemburuan gelar juara. "Tidak ada batasan usia untuk menjadi juara. Buktinya, Carlos Checa di usia 39 tahun, masih bisa menjaga performa terbaik. Rossi sudah berusia 33 tahun, tapi dia tidak lemah," demikian pendapat Lorenzo.

Waktu itu, Ducati mencoba memulai untuk melakukan tes pertama kalinya. Selama tiga hari, Ducati melakukan tes di Sirkuit Jerez. Memang, pada saat itu, pembalap andalan Rossi dan Nicky Hayden tidak turun untuk melakukan tes itu. Setidaknya, mereka diwakilkan oleh dua pembalap berpengalaman Carlos Checa dan Franco Battaini.

Hasilnya tidak terlalu mengewakan. Kekuatan motor Ducati GP12 meningkat dibandingkan dengan GP11. Praktis, pencapaian ini membuat sejumlah pembalap Ducati sangat optimistis bisa meraih hasil lebih baik di MotoGP 2012. Sebenarnya, ada satu masalah yang dialami oleh Ducati pada musim kemarin.

Menurut Filipo Preziosi, fleksibilitas motor GP11 memang sangat kurang. Bahkan, kepala kru Rossi, Jeremy Burgess pernah mengatakan, kalau motor Ducati memang terlalu susah untuk dibelokkan. Tentu, ini menjadi pekerjaan rumah buat teknisi Ducati untuk memperbaiki semua masalah tersebut.
(hmr)

kuliner makassar

Sebagai Ibu Kota Sulawesi Selatan sekaligus kota pelabuhan, Makassar sejak dahulu telah menjadi tempat transit sekaligus perpaduan kultur. Pedagang dari Eropa, China dan Arab telah singgah di area timur Indonesia ini sejak berabad lalu. Makassar adalah perpaduan suku Bugis Makassar, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, Tionghoa dan masih banyak lagi, dengan kultur yang berbeda beda.

Namun ada yang menyatukan perbedaan ini, rasa di lidah yang dinikmati hampir semua suku yang ada, bahkan bagi saya yang datang dari Jakarta.

Catatan perjalanan kuliner saya dimulai dari Pallu Basa. Saking tertariknya saya dengan makanan yang satu ini, saya mencoba dua tempat yang menyediakan makanan berkuah khas Makassar ini. Perhentian pertama adalah Pallu Basa Serigala di jalan dengan nama yang sama. Sementara perhentian kedua saya adalah Pallu Basa Onta di area Veteran Selatan. Dengan harga Rp15 ribu per porsi sudah termasuk nasi Anda bisa langsung menikmati kuliner yang satu ini.

Bayangkan daging yang dipotong dengan bentuk dadu, disiram kuah warna coklat dengan santan yang pekat dengan kuning telur di tengahnya. Aroma kuah di Pallu Basa menunjukkan kandungan santan dan serbuk kelapa yang disangrai. Saat saya bertanya kepada pedagang Pallu Basa, ia mengatakan bahwa sebagian daging Pallu Basa ini adalah bagian pipi sapi. Tapi jangan bayangkan daging yang keras atau sedikit kenyal, daging Pallu Basa sangat lembut dan nikmat, membuat Anda merasa dapat melupakan program diet Anda.

Kemudian saya beralih ke citarasa lain dari Makassar, yang juga sangat dikenal. Konro bakar adalah daging iga yang masih menempel pada tulang dan disajikan dengan baluran bumbu kacang. Penampilan masakan ini pun sudah mengundang selera saat Anda menyaksikannya, apalagi di tempat saya bertandang daging iga dibakar tepat di lokasi anda melintas saat masuk.

Konro Karebosi merupakan salah satu warung penjual konro yang terkenal di Makassar, berlokasi di dekat Lapangan Karebosi, terdapat banyak warung konro berjajar di Jalan Gunung Lompobattang, Makassar. Harga seporsi konro bakar Rp 34 ribu,  sementara jika Anda lebih suka yang berkuah bisa memilih sop konro yang lebih murah dengan selisih Rp2.000. Harga yang sepadan untuk kenikmatan iga bakar dengan ukuran yang besar dan daging yang lembut.

Makassar memang menawarkan pengalaman rasa, nikmati kenikmatan kuliner di wilayah Indonesia timur ini. Pengalaman yang patut dicoba saat bertandang ke Makassar.

sejarah kota daeng


Awal Kota dan bandar makassar berada di muara sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Sumber-sumber Portugis memberitakan, bahwa bandar Tallo itu awalnya berada dibawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene, akan tetapi pada pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajaan kecil lainnya yang bernama Gowa, dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Siang, yang bahkan menyerang dan menaklukan kerajaan-kerajaan sekitarnya. Akibat semakin intensifnya kegiatan pertanian di hulu sungai Tallo, mengakibatkan pendangkalan sungai Tallo, sehingga bandarnya dipindahkan ke muara sungai Jeneberang, disinilah terjadi pembangunan kekuasaan kawasan istana oleh para ningrat Gowa-Tallo yang kemudian membangun pertahanan benteng Somba Opu, yang untuk selanjutnya seratus tahun kemudian menjadi wilayah inti Kota Makassar.
Pada masa pemerintahan Raja Gowa XVI ini didirikan pula Benteng Rotterdam di bagian utara, Pemerintahan Kerajaan masih dibawah kekuasaan Kerajaan Gowa, pada masa itu terjadi peningkatan aktifitas pada sektor perdagangan lokal, regional dan Internasional, sektor politik serta sektor pembangunan fisik oleh kerajaan. Masa ini merupakan puncak kejayaan Kerajaan Gowa, namun selanjutnya dengan adanya perjanjian Bungaya menghantarkan Kerajaan Gowa pada awal keruntuhan. Komoditi ekspor utama Makassar adalah beras, yang dapat ditukar dengan rempah-rempah di Maluku maupun barang-barang manufaktur asal Timur Tengah, India dan Cina di Nusantara Barat. Dari laporan Saudagar Portugal maupun catatan-catatan lontara setempat, diketahui bahwa peranan penting Saudagar Melayu dalam perdagangannya yang berdasarkan pertukaran surplus pertanian dengan barang-barang impor itu. Dengan menaklukkan kerajaan¬kerajaan kecil disekitarnya, yang pada umumnya berbasis agraris pula, maka Makassar meningkatkan produksi komoditi itu dengan berarti, bahkan, dalam menyerang kerajaan-kerajaan kecil tainnya, para ningrat Makassar bukan hanya menguasai kawasan pertanian lawan-tawannya itu, akan tetapi berusaha pula untuk membujuk dan memaksa para saudagar setempat agar berpindah ke Makassar, sehingga kegiatan perdagangan semakin terkonsentrasi di bandar niaga baru itu.
  Dalam hanya seabad saja, Makassar menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang (dan dengan ini termasuk ke-20 kota terbesar dunia Pada zaman itu jumlah penduduk Amsterdam, kota terbesar musuh utamanya, Belanda, baru mencapai sekitar 60.000 orang) yang bersifat kosmopolitan dan multikultural. Perkembangan bandar Makasar yang demikian pesat itu, berkat hubungannya dengan perubahan¬-perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu. Pusat utama jaringan perdagangan di Malaka, ditaklukkan oleh Portugal pada tahun 1511, demikian di Jawa Utara semakin berkurang mengikuti kekalahan armada lautnya di tangan Portugal dan pengkotak-kotakan dengan kerajaan Mataram. Bahkan ketika Malaka diambil-alih oleh Kompeni Dagang Belanda VOC pada tahun 1641, sekian banyak pedagang Portugis ikut berpindah ke Makassar.  
Sampai pada pertengahan pertama abad ke-17, Makassar berupaya merentangkan kekuasaannya ke sebagian besar Indonesia Timur dengan menaklukkan Pulau Selayar dan sekitarnya, kerajaan-kerajaan Wolio di Buton, Bima di Sumbawa, Banggai dan Gorontalo di Sulawesi bagian Timur dan Utara serta mengadakan perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Seram dan pulau-pulau lain di Maluku. Secara internasional, sebagai salah satu bagian penting dalam Dunia Islam, Sultan Makassar menjalin hubungan perdagangan dan diplomatik yang erat dengan kerajaan¬-kerajaan Banten dan Aceh di Indonesia Barat, Golconda di India dan Kekaisaran Otoman di Timur Tengah.

Pada masa pemerintahan Raja Gowa XVI ini didirikan pula Benteng Rotterdam di bagian utara, Pemerintahan Kerajaan masih dibawah kekuasaan Kerajaan Gowa, pada masa itu terjadi peningkatan aktifitas pada sektor perdagangan lokal, regional dan Internasional, sektor politik serta sektor pembangunan fisik oleh kerajaan. Masa ini merupakan puncak kejayaan Kerajaan Gowa, namun selanjutnya dengan adanya perjanjian Bungaya menghantarkan Kerajaan Gowa pada awal keruntuhan. Komoditi ekspor utama Makassar adalah beras, yang dapat ditukar dengan rempah-rempah di Maluku maupun barang-barang manufaktur asal Timur Tengah, India dan Cina di Nusantara Barat. Dari laporan Saudagar Portugal maupun catatan-catatan lontara setempat, diketahui bahwa peranan penting Saudagar Melayu dalam perdagangannya yang berdasarkan pertukaran surplus pertanian dengan barang-barang impor itu. Dengan menaklukkan kerajaan¬kerajaan kecil disekitarnya, yang pada umumnya berbasis agraris pula, maka Makassar meningkatkan produksi komoditi itu dengan berarti, bahkan, dalam menyerang kerajaan-kerajaan kecil tainnya, para ningrat Makassar bukan hanya menguasai kawasan pertanian lawan-tawannya itu, akan tetapi berusaha pula untuk membujuk dan memaksa para saudagar setempat agar berpindah ke Makassar, sehingga kegiatan perdagangan semakin terkonsentrasi di bandar niaga baru itu.
  Dalam hanya seabad saja, Makassar menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang (dan dengan ini termasuk ke-20 kota terbesar dunia Pada zaman itu jumlah penduduk Amsterdam, kota terbesar musuh utamanya, Belanda, baru mencapai sekitar 60.000 orang) yang bersifat kosmopolitan dan multikultural. Perkembangan bandar Makasar yang demikian pesat itu, berkat hubungannya dengan perubahan¬-perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu. Pusat utama jaringan perdagangan di Malaka, ditaklukkan oleh Portugal pada tahun 1511, demikian di Jawa Utara semakin berkurang mengikuti kekalahan armada lautnya di tangan Portugal dan pengkotak-kotakan dengan kerajaan Mataram. Bahkan ketika Malaka diambil-alih oleh Kompeni Dagang Belanda VOC pada tahun 1641, sekian banyak pedagang Portugis ikut berpindah ke Makassar.  
Sampai pada pertengahan pertama abad ke-17, Makassar berupaya merentangkan kekuasaannya ke sebagian besar Indonesia Timur dengan menaklukkan Pulau Selayar dan sekitarnya, kerajaan-kerajaan Wolio di Buton, Bima di Sumbawa, Banggai dan Gorontalo di Sulawesi bagian Timur dan Utara serta mengadakan perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Seram dan pulau-pulau lain di Maluku. Secara internasional, sebagai salah satu bagian penting dalam Dunia Islam, Sultan Makassar menjalin hubungan perdagangan dan diplomatik yang erat dengan kerajaan¬-kerajaan Banten dan Aceh di Indonesia Barat, Golconda di India dan Kekaisaran Otoman di Timur Tengah. Hubungan Makassar dengan Dunia Islam diawali dengan kehadiran Abdul Ma'mur Khatib Tunggal atau Dato' Ri Bandang yang berasal dari Minangkabau Sumatera Barat yang tiba di Tallo (sekarang Makassar) pada bulan September 1605. Beliau mengislamkan Raja Gowa ke-XIV I¬MANGNGARANGI DAENG MANRABIA dengan gelar SULTAN ALAUDDIN (memerintah 1593-1639), dan dengan Mangkubumi I- MALLINGKAANG DAENG
MANYONRI KARAENG KATANGKA yang juga sebagai Raja Tallo. Kedua raja ini, yang mulai memeluk Agama Islam di Sulawesi Selatan. Pada tanggal 9
Nopember 1607, tepatnya hari Jum’at, diadakanlah sembahyang Jum’at pertama di Mesjid Tallo dan dinyatakan secara resmi penduduk Kerajaan Gowa-Tallo tetah memeluk Agama Islam, pada waktu bersamaan pula, diadakan sembahyang Jum’at di Mesjid Mangallekana di Somba Opu. Tanggal inilah yang selanjutnya diperingati sebagai hari jadi kota Makassar sejak tahun 2000, yang sebelumnya hari jadi kota Makassar jatuh pada tanggal 1 April.

Para ningrat Makassar dan rakyatnya dengan giat ikut dalam jaringan perdagangan internasional, dan interaksi dengan komunitas kota yang kosmopolitan itu me¬nyebabkan sebuah "creative renaissance" yang menjadikan Bandar Makassar salah satu pusat ilmu pengetahuan terdepan pada zamannya. Koleksi buku dan peta, sesuatu yang pada zaman itu masih langkah di Eropa, yang terkumpul di Makassar, konon merupakan salah satu perpustakaan ilmiah terbesar di dunia, dan para sultan tak segan-segan memesan barang-barang paling mutakhir dari seluruh pelosok bumi, termasuk bola dunia dan teropong terbesar pada waktunya, yang dipesan secara khusus
dari Eropa. Ambisi para pemimpin Kerajaan Gowa-Tallo untuk semakin memper-luas wilayah kekuasaan serta persaingan Bandar Makassar dengan Kompeni Dagang Belanda VOC berakhir dengan perang paling dahsyat dan sengit yang pernah dijalankan Kompeni. Pasukan Bugis, Belanda dan sekutunya dari Ternate, Buton dan Maluku memerlukan tiga tahun operasi militer di seluruh kawasan Indonesia Timur. Baru pada tahun 1669, akhirnya dapat merata-tanahkan kota Makassar dan benteng terbesarnya, Somba Opu.
 
Bagi Sulawesi Selatan, kejatuhan Makassar di tangan federasi itu merupakan sebuah titik balik yang berarti Bandar Niaga Makassar menjadi wilayah kekuasaan VOC, dan beberapa pasal perjanjian perdamaian membatasi dengan ketat kegiatan pelayaran antar-pulau Gowa-Tallo dan sekutunya. Pelabuhan Makassar ditutup bagi pedagang asing, sehingga komunitas saudagar hijrah ke pelabuhan-pelabuhan lain.
Pada beberapa dekade pertama setelah pemusnahan kota dan bandar Makassar, penduduk yang tersisa membangun sebuah pemukiman baru di sebelah utara bekas Benteng Ujung Pandang; benteng pertahanan pinggir utara kota lama itu pada tahun 1673 ditata ulang oleh VOC sebagai pusat pertahanan dan pemerintahan dan diberi nama barunya Fort Rotterdam, dan 'kota baru' yang mulai tumbuh di sekelilingnya itu dinamakan 'Vlaardingen'. Pemukiman itu jauh lebih kecil daripada Kota Raya Makassar yang telah dihancurkan. Pada dekade pertama seusai perang, seluruh kawasan itu dihuni tidak lebih 2.000 jiwa; pada pertengahan abad ke-18 jumlah itu meningkat menjadi sekitar 5.000 orang, setengah di antaranya sebagai budak.